Tag

Rasanya impian saya jauuuh banget dari kenyataan. Tapi ini mungkin yang namanya resiko dari sebuah pilihan. Pilihan yang terlanjur saya ambil dan tidak dapat saya putar balik lagi waktunya.

Sinetron banget yak openingnya LOL. Menikah, menjadi seorang ibu, menjadi menantu, menjadi ipar, sebuah proses yang mungkin akan dirasakan oleh sebagian wanita. Kenapa sebagian? karena saya tau sebagian lagi mungkin memilih untuk tidak melewati proses tsb. Sebagian mungkin lebih memilih untuk menikmati kesendirian. Being single!

Beberapa tahun lalu saat saya belum menikah, pertanyaan “kapan nikah?” terdengar seperti sebuah sindiran atau lampu kuning. Tidak sedap didengar dan tidak nyaman di hati. Membuat hati tambah gundah gulana seiring dengan semakin banyaknya sahabat yang sudah melepas masa lajang mereka. Sering merenung “kapan giliran saya?”

Sekarang setelah saya menikah, punya anak, ternyata tidak serta merta membuat hati saya nyaman dan tenang karena sudah lepas dari pertanyaan “kapan nikah?”. Kegundahan lain tetap mengikuti seiring bertambahnya jumlah hati yang harus dijaga perasaannya, mulut yang harus didengar omongannya, pikiran yang harus diredam gejolaknya. Saya yang gampang emosi dan meledak-ledak ini harus me-manage itu semua. Rasanya? don’t ask! feel it yourself πŸ˜€

Kadang saya merasa, semuanya akan lebih mudah seandainya saya single. Yup, single! Tidak harus pusing mengurus orang lain, tidak harus pusing mikirin pengeluaran yang minus terus, tidak harus pusing beradu argumen dengan yang tak sepaham. Cukup mengurus diri sendiri, menyenangkan diri, menikmati hidup. Rasanya peaceeeeeeeful banget.

But when i look into my son’s eyes, menikmati wajahnya yang mungil saat tertidur, mendengarkan celotehannya yang lucu, melihat tingkahnya yang menggemaskan…gosh, it feels heaven!

Masalahnya, boleh gak saya dapet bagian heaven-nya itu saja, tapi yang lain dibuang aja? hahahahaha. Saya hanya bisa bermimpi memang, karena pada kenyataannya it’s all come in one package. Gak bisa dipilah dan dipilih. Harus terima utuh begitu adanya.

Bukan mau menakut-nakuti yang masih single. Tapi itulah kenyataannya. Once you got married, gak bisa milih cyinn… Makanya dengan tulus saya sering bilang ke temen-temen saya yang belum menikah to enjoy their lives. Gak usah iri sama orang yang sudah menikah. Gak usah merasa terbebani ngeliat semua orang udah kawin. Gak usah jadi buru-buru pengen nikah. Gak usah juga jadi nekat supaya bisa kawin. Gak usah juga jadi sembarangan pilih pasangan. Kenapa? karena pada kenyataannya, kehidupan pernikahan itu tidak seindah masa pacaran. Jauuuuh banget dari bayangan kehidupan pangeran dan Cinderella atau princess-princessan itulah.

Perlu kesiapan hati, mental, fisik, rohani dan materi untuk membentuk sebuah keluarga. Bukan hanya sembarang siap, tapi kesiapan yang MANTAP. Kalau gak, bisa-bisa diserang dengan stres dan depresi hanya dalam beberapa bulan sejak kalian jadi raja dan ratu semalam *ngeri yaaak hahaha*. But i’m telling you the truth loh ini temans. Salah satu teman saya sedang depresi karena masalah rumahtangganya :(. Teman saya yang lain sedang bersiap-siap untuk mengambil langkah akhir dengan palu hakim :'(. Itu yang udah pada menikah lebih dari 5tahun. Lah, gimana dengan saya ini yang baru 2tahun? kebayang gak bagaimana pergolakan kehidupan di rumah tangga itu sebenarnya? *halah, ini gaya bahasa opo sih?!*

So, apapun dan bagaimanapun kehidupan kita sekarang. Try hard to enjoy it, dears…

Single? be a happy single. Enjoy traveling with friends. Chit chat sambil kongkow-kongkow. Keep in touch with your family. Treat yourself a nice dress or shoes or whatever. Tapi, jangan lupa nabung ya!! invest kalau bisa invest. Mumpung belum ada tanggungan kan πŸ™‚

Married? be blessed. Gak semua orang diberkati dengan keluarga. Ada yang harus menghabiskan hidupnya sendiri. Pulang kerja pegel, gak ada yang mijitin. Lagi bete gak ada anak yang bikin ketawa. Nikmati arti sesungguhnya dari keluarga. Keluarga itu rumah. Mau kemanapun kita pergi, siapapun kita, bagaimanapun kondisinya, pasti kita perlu rumah untuk bernaung.

Well, family is a home. Ada yang bocor, ada yang gompal, ada yang retak, ada yang bawel, ada yang keras kepala, ada yang lembut, ada yang gak dewasa. Selisih paham pasti bakalan sering. Namanya beda kepala, isi kepalanya juga beda, egonya juga beda. So what?! still, it’s a family. When it happens, we just need to seat back awhile, relax and stay calm! *sluuurrrrp, hot choco hihihihi*

 

ps: saya tidak menggurui. Here..i’m talking to myself actually πŸ˜€

 

_DSC0055 ok

Family will stick together, no matter what.

_DSC0835 40x50 ok

We laugh, we love, we care, we share

 

 

 

Iklan