Tag

, ,

Screenshot_2016-01-19-15-47-20[1]

Mengutip status medsos FB salah seorang temen kuliah saya yang beberapa bulan lalu berbagi kebahagiaannya karena di freezer-nya berjejer pulau-pulau..eh..berjejer ASIP hahaha. Memang bener, bahagia itu sederhana.

Buat nya, bahagia itu saat melihat jejeran ASIP memenuhi freezer-nya sebelum ia kembali bekerja. Bahagia karena jerih lelahnya tidak sia-sia dan yakin kebutuhan ASI anaknya selama ditinggal bekerja akan terpenuhi dengan segala persiapan dan persediaan yang sudah dilakukan. Puji Tuhan sekarang anaknya sudah lulus ASI S1 dan menuju S2.

Buat saya, bahagia itu saat melihatnya bahagia ๐Ÿ™‚ Bahagia karena ilmu yang tak seberapa ini ternyata bisa dibagikan dengan para ibu muda yang mau berjuang memberikan yang terbaik untuk anaknya. Bahagia karena bisa memberikan support kepada para sahabat yang mau sama-sama belajar dan berjuang menjadi ibu yang lebih baik, bukan ibu yang sempurna…tapi selalu mau belajar lebih baik.

Bahagia karena ada satu lagi temannya Luke yang bisa menikmati ASI ๐Ÿ™‚

Kesadaran akan pentingnya ASI ini memang luar biasa beberapa tahun terakhir ini ya. Gak cuma para ibu saja yang mati-matian berjuang memberikan ASI, tapi para ayah juga ikut memastikan anak mereka mendapatkan ASI.

Contohnya? beberapa hari lalu saya masuk lift di gedung kantor saya. Pas banget didalamnya ada 2 pria muda dengan gaya yang necis dan ada 2 pria lainnya yang sibuk dengan dokumen bawaannya. Begitu saya masuk, jadilah berlima di dalam lift tsb. Sekilas saya kagum juga dengan pemandangan yang ada dalam lift. Kenapa? karena gak satu orangpun yang sedang asik ngutak-ngatik gadget/ hapenya hahaha…padahal biasanya tiap orang akan langsung sibuk melototin gadget masing-masing kan?!

Kemudian dimulailah pembicaraan antara 2 pria muda bergaya necis tsb.

Pria A: Jadi anak lo kapan lagi imunisasi?

Pria B: Nanti ulangan setelah 1 tahun

Pria A: Wah.. bagus-bagus. Anak gw juga tuh tapi kemarin ini sempet nangis-nangis terus (mungkin maksudnya waktu disuntik imunisasi ya).

Pria B: Tapi anak lo masih ASI kan?

Pria A: Oh iya dong, ASI tetep.

Pria B: Bagus..bagus. Sama anak kita…

3 baris percakapan terakhir terjadi saat pintu lift terbuka dan mereka keluar dari lift. Begitu pintu lift tertutup, saya jadi senyum-senyum sendiri. Kagum dengan dukungan mereka sebagai ayah yang ikut memperhatikan pentingnya imunisasi dan ASI untuk anak-anak mereka. Mereka jadi bagian dari support system yang seringkali tidak didapatkan oleh para ibu menyusui.

Support system memang penting banget untuk kesuksesan pemberian ASI pada anak-anak mulai dari newborn – 2th bahkan lebih. Dan support system bukan hanya bicara tentang dukungan dari para tenaga kesehatan (nakes). Tapi, support system yang paling dibutuhkan oleh para ibu menyusui adalah dari keluarga (suami, anak, orangtua, mertua), sahabat, lingkungan kerja, dll.

Gak perlu ijazah untuk jadi bagian dari support system, tapi butuh kesabaran, kebesaran hati dan ketulusan untuk terus memberikan dukungan. And yes, Bahagia itu sederhana.

 

 

 

 

 

 

Iklan