Tag

 

Whats-in-a-Name-Shakespeare

source: google

Barusan mampir ke salah satu thread di TUM yang agak menggoda mata saya. Kenapa? karena sebenernya saya sudah lama pengen nulis tentang arti nama anak saya, Luke. Eh, kok ya pas banget hari ini thread-nya saya lihat dan saya baca.

Membahas mengenai nama untuk anak, membawa semua ingatan saya balik lagi ke sekitar 2-3 tahun lalu saat pertama kali saya tau bahwa saya hamil. Rasanya semua ibu juga pasti akan begitu, langsung terkenang-kenang masa-masa hamil dulu. Gimana excited-nya pas liat test pack dengan tanda +, excited-nya cari-cari nama dan artinya yang bagus (thanks to uncle Google), dan excited-nya mengajukan nama ke suami.

Saya gak tau deh apakah buat para ayah, excited-nya sama kayak para ibu untuk masalah mencari nama anak. Tapi saya masih ingat, waktu tau saya hamil, saya rajin banget browsing nama-nama yang bagus untuk cari tau artinya juga. Sibuk bikin catetan mulai dari kertas gede, kecil ampe ke notes di HP segala. Padahal waktu itu belum tau gender-nya si anak apa, tapi tidak menyurutkan semangat pencarian nama dong, karena nama itu begitu penting. Yap, walaupun ada ungkapan ‘apalah arti sebuah nama’, tapi sesungguhnya nama itu sangat berarti. Nama anak adalah doa dari orang tuanya.

Karena keluarga kami keluarga batak, dan mr. suami adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga, maka anak kami akan jadi cucu panggoaran, cucu yang dinanti-nanti banget ceritanya. Menurut adat batak, panggoaran adalah gelar atau nama panggilan yang akan dipakai oleh orang tuanya atau opungnya (kakek/nenek dari pihak keluarga pria) dengan menggunakan nama anak sulungnya. Misalnya seperti saya (anak sulung), ayah saya adalah anak laki-laki pertama di keluarganya. Maka ayah saya akan dipanggil Ama ni Eva (bapaknya si Eva), dan ibu saya dipanggil Ina ni Eva (ibunya si Eva). Sementara opung saya (orang tua dari ayah saya) dipanggil Opung Eva. Bingung? ya sudahlah, saya juga gak terlalu paham cara menjelaskannya, jadi terimalah as it is ya LOL.

Oleh karena cucu panggoaran itu, maka wajib banget ada nama bataknya. Saya juga punya loh nama Batak, yang gak masuk di Akte Lahir hehehe. Tapi, dari awal kami sudah request sama mertua supaya memberikan nama batak yang OK. OK maksudnya adalah, OK pada pendengaran orang (if you know what i mean :P) dan OK juga artinya.

Setelah pencarian nama batak dan pengajuan beberapa nama batak, akhirnya ada satu nama yang kami suka. Bukan hanya mertua saya suka, tapi kami semua termasuk orang tua saya juga suka dengan nama batak tersebut.

You_Named_Me_What

source: google

 

So, our son’s name is Luke Austin Ramos Tambunan.

Luke, nama pemberian mr. suami. Artinya adalah Pembawa Terang. Sebenarnya, mr. suami memang suka banget dengan nama Luke atau Lukas. Sampe-sampe dia bilang, kalau anak laki-laki pokoknya harus Luke. Kalau perempuan, terserah saya namanya siapa hahaha. Alasan lain mr. suami, karena di kitab Injil Lukas ada banyak kisah orang-orang baik/ hebat yang diceritakan oleh dr. Lukas. Selain itu, profesinya Lukas adalah seorang dokter.

Austin, ini nama pemberian dari saya. Artinya, mulia, besar, agung. Ini hasil browsing dan baca sana sini. Sebenarnya selain nama Austin, ada banyak nama lain yang saya suka. Tapi untuk dipadankan dengan nama Luke, menurut saya nama Austin ini lebih pas 🙂

Ramos, nah inilah nama bataknya. Gak nyangka kan kalau ini nama batak hehehe. Dalam bahasa batak, Ramos artinya berbuah banyak. Mungkin ini juga kenapa digunakan jadi nama beras kali yak? :D. Jadi sekarang mertua saya dipanggil Opung Ramos. Kalau saya dan mr. suami tetep dipanggilnya dengan nama Luke aja. Jadi, Ama ni Luke dan Ina ni Luke, tapi lebih seringnya sih emaknya Luke atawa mamak Luke hahahaha.

Tambunan itu nama keluarga suami. Jadi kalau digabungkan, doa kami yang tertuang melalui nama Luke Austin Ramos adalah, semoga anak kami menjadi Pembawa Terang yang mulia dan menjadi berkat buat banyak orang. Amiiiin..Aminnnnn.

Iklan