Tag

, ,

Okay, sekarang saya mau cerita tentang pengalaman luar biasa yang baru pertama kali saya alami. The day where i got a wonderful lesson sitting together with thousands of people listening to a John C Maxwell speaking for about a day...fiuhhh. Ngebayanginnya udah kayak waktu Yesus memberi makan 5000 orang (pria dewasa) yak. Luarrrr biasa.

Saya tiba disana sehari sebelum Convention tsb dimulai, rencananya mau melakukan registrasi ulang malamnya supaya keesokan harinya gak antri regis lagi. Tapi apa daya, hampir semua orang juga berpikiran yang sama jadi tetep aja numplek. Saya berangkat dari Jakarta bersama-sama dengan 2 orang leader yang luar biasa, jadi lumayan bikin aman saat tiba di Changi dan menuju ke hotel yang jaraknya lumayan. Secara saya gak hapal jalan-jalan disana, jadi bawanya deg-degan takut salah, ditambah lagi gak pake kartu Sing.

Tapi memang pemerintah Singapur tuh luar biasa, hampir disetiap tempat ada free wifi, termasuk di Bandara Changi. Tapi selepas dari Bandara ya bengong lagi deh sampai akhirnya sampai di hotel dan ada wifi lagi hehehe. Walaupun dari Bandara Changi kami naik bis menuju hotel Village Katong, tapi sangat-sangat nyaman. Bis nya bersiiiih, dan gak sumpek. AC pulak. Menyenangkan lah pokoknya.

As i mentioned earlier di postingan saya sebelumnya, saya beruntung banget dapat kesempatan emas ini. Disaat orang yang ingin mendapatkan training dari John C Maxwell harus membayar berpuluh-puluh juta, saya bisa mendapatkannya dengan gratis. Thanks to Nuskin :*. Di Nuskin South East Asia (SEA) Convention yang diadakan di Singapur pada bulan Juli kemarin, sekitar 6500 orang menghadirinya dan semuanya adalah Nuskiners. Keren bangettt. Termasuk yang bikin keren adalah antriannya kemana-mana dan dimana-mana, ya pada saat registrasi ulang, pengambilan souvenir convention, peminjaman alat pengalih bahasa (kayak yang lagi konvensi PBB aje hahaha), antri masuk ke ruangan convention, bahkan sampe antrian untuk makan dan ke toilet.

 

IMG-20160719-WA0054

Antrian siang sudah agak longgar

20160721_093150

Panggungnya besar dan megah

Yang menambah kekaguman saya selain kemana-mana harus antri itu adalah, persiapan panitia yang patut diacungi jempol. Dengan peserta sekitar 6500 orang tapi semuanya benar-benar rapih mengantri walaupun harus setengah jam-an antri untuk masuk. Mungkin karena disana orang memang terbiasa antri ya sehingga peserta Indonesia yang kurang lebih ada 600 orang juga jadi ikutan ngantri dengan teratur. Kebayang gak sih biasanya kalau ada acara-acara di Indonesia? pasti deh pada main serobot kan biasanya hahahay.

Di hari pertama, bisa duduk bersama dengan 6500 orang belajar dan mendengarkan  John C Maxwell mengajar itu rasanya takjub. Beliau banyak membahas dari buku-bukunya seperti Developing the Leaders within You yang sedang jadi bacaan saya dan teman-teman di tim. Jadi pas denger langsung tuh jleb banget lah.

Aha moment dari begitu banyaknya pembahasan yang dibawakan adalah saat ia mengingatkan kami bahwa :“Seorang leader hebat tidak akan berada di puncak kesuksesannya sendirian. Ia akan turun dan mengajak tim nya untuk bersama-sama meraih kesuksesan. Jika ia berada di puncak kesuksesan sendirian maka ia bukanlah leader tapi hiker!!” eeeaaaaaaaaaa hahahahahaha. Jlebb!! kannn untung bukan dibilang hacker :p

Dilain waktu, beliau juga mengajarkan bagaimana kita sebagai seorang pemimpin harus melakukan pendekatan yang sesuai dengan level kepemimpinan orang yang berada di tim kita. Kita tidak bisa memperlakukan mereka sama karena masing-masing mempunyai level yang berbeda. Kita yang harus mengerti, bukan mereka.

Dulunya saya jarang baca-baca buku John C Maxwell, hanya tau saja bahwa beliau itu penulis buku yang laris manis, tapi baru tau juga kalau baru-baru ini beliau dinobatkan sebagai leadership trainer #1. Waktu ditanya bagaimana beliau bisa menjadi penulis buku, pelatih yang luar biasa? jawabannya simple: “coz i’ve been doing it for 40 years”. Intinya adalah, beliau mau mengatakan bahwa keberhasilan yang diraihnya dan dinikmatinya sekarang bukanlah hasil dari 1 bulan atau beberapa bulan atau beberapa tahun saja. Tapi berpuluh-puluh tahun… Yes, begitu lamanya beliau melakukan hal yang sama dengan konsistensi yang tinggi. Pantas saja kan kalau sekarang beliau mencapai kesuksesan seperti saat ini?! lalu bagaimana bisa, kita ngotot harus sukses sekarang juga padahal kita belum melakukannya dengan konsisten bahkan mungkin baru beberapa tahun saja?? ah, rasa ditampar-tamparlah saya mah.

Yang dimaksud dengan konsisten, adalah melakukan suatu hal secara terus menerus, setiap harinya tanpa ada waktu “cuti”. Beliau memberi contoh orang yang ingin menebang pohon yang besar dengan rule of 5. Dengan alat kapak yang tepat, cukup tebaskan sebanyak 5 kali dalam 1 hari. Lalu keesokan harinya 5 kali lagi, besoknya 5 kali lagi. Begitu seterusnya.. dan akhirnya pohon besar itu akan tumbang. Tidak perlu melakukan hal-hal yang drastis dalam sekejap karena itu biasanya akan menguras energi. Tapi lakukan secara konsisten, jaga energi. Lakukan 5 hal secara konsisten setiap harinya dan keberhasilan akan menjadi milik kita. Aaaaaaaahhh, so very simple sebenernya, tapi justru itu yang saya suka.. applicable, gak rumit dan njlimettt. Semua bisa 🙂

IMG-20160724-WA0101

Opa John Maxwell 🙂

Saya belajar banyak dari sesi John C Maxwell maupun dari rekognisi-rekognisi yang diadakan disana. Sepanjang 5 hari itu, banyak banget aha moment yang saya dapatkan yang gak akan cukup kalau saya share semuanya. Dari begitu banyak leader-leader Nuskin yang hebat se-Asia Tenggara, saya tarik satu kesimpulan. Mereka yang penghasilannya sudah bermilyar-milyar, dulunya pun bukan siapa-siapa. Mereka cuma punya satu alasan kuat, yaitu tujuan untuk merubah kehidupan mereka dan kehidupan orang lain. Berdampak untuk orang lain.

Salah satu sesi lain yang saya suka (yang semua kontingen Indonesia suka juga sih) adalah sesi Bu Lanny sebagai pembicara. Beliau adalah pendiri OTGi Nuskin di Indonesia. So very humble, religious dan dari hati sehingga apa yang beliau sampaikan sangat mengena di hati kami. Bukan hanya kami tapi seluruh peserta yang hadir juga memberikan applause yang luarbiasa setelah beliau menyampaikan sesinya. Satu hal yang beliau sampaikan adalah, “Bisnis ini adalah bisnis dengan manusia. Saat orang lain baik kepada kita, akan sangat mudah berbuat baik juga kepada mereka, tapi saat orang tsb menolak kita, menghina kita, apakah kita masih sanggup berbuat baik kepada mereka? Hanya orang-orang yang memiliki kedekatan hubungan dengan Tuhan yang sanggup memperlakukan orang lain dengan baik walaupun orang-orang tsb sudah berbuat buruk kepadanya. Jadi perbaiki hubungan dengan Tuhan dahulu”.

IMG-20160722-WA0036

Closing statement dari Bu Lanny…

 

May God help me to do my best according to His will!

Hello, my name is Eva.. and i’m your friend 🙂

Iklan