Tag

, ,

Horas 2017!!

Walaupun sudah tanggal 9, tapi belum basi lah ya kalau saya mengucapkan Selamat Tahun Baru. Semoga Tahun ini semakin banyak lagi berkat yang bisa kita rasakan dan semakin banyak kita bisa berdampak positif untuk orang lain. Aminnn.

Bagaimana liburan Tahun Barunya? aman? tenang? ya walaupun di penghujung tahun 2016 sempet dag dig dug karena berita kejahatan dan teror dimana-mana, tapi mudah-mudahan liburan Tahun Barunya tetap menyenangkan ya.

Saya dan keluarga gimana? puji Tuhan selama seminggu cuti, hanya dirumah saja dan jadi mba hahahay. Hal ini tak lain dan tak bukan akibat penipuan yang dilakukan mba kami. Janjinya hanya 3 hari di kampung, lalu ditunggu-tunggu dan di hubungi tidak ada berita. Setelah beberapa hari akhirnya memberitahukan bahwa mau di kampung saja dulu, kakaknya mau nikah de el el, de el el. Padahal sepertinya memang dia sudah berniat gak balik lagi. Buktinya apa? semua bajunya diangkut, sampe sandal jepitnya juga…hmm.

Sebetulnya saya cukup kecewa, karena si mba ini sudah cukup lama kerja dengan kami bahkan setelah tahun baru sebenarnya sudah rencana mau dinaikkan gajinya, tapi yah sudahlah ya, walaupun sebel, kesel tapi tetep harus semangat apalagi tahun baru nih kan ya gak?!

Trus, gimana dong sekarang kalau gak ada mba? gimana kerjaan rumah dll nya? Belajar dari kurang lebih seminggu tanpa mba, ada beberapa cara yang saya coba lakukan bekerjasama dengan emak. Mudah-mudahan bisa jadi inspirasi buat yang kena tipu sama mba nya seperti saya :p

1. Bangun lebih pagi

Terus terang, ini adalah ujian yang sangat besar. Saya tidak terlalu terbiasa bangun sebelum jam 5.30 malah lebih seringnya bocah yang duluan bangun sekitar jam 6 baru sayanya bangun (jangan ditiru ya). Kalau dulu excuse-nya adalah, karena saya biasanya sampai dirumah sudah cukup malam, diatas jam 9 malam dan perjalanan selalu dengan motor alias gojek untuk mempercepat waktu dari satu tempat ke tempat yang lainnya, jadi badan serasa rontok banget dan untuk bangun pagi itu rasanya beraaat banget. Setelah gak ada mba, gak ada excuse. Harus duluan bangun sebelum bocah, soalnya kalau bocah udah bangun pasti terbatas ruang gerak saya.

2. Nyapu & Ngepel di malam hari

Nah, untuk menghemat hal-hal yang perlu dikerjakan di pagi hari, maka untuk nyapu dan ngepel saya lakukan di malam hari. Tepatnya setelah bocah-bocah pada tidur. Selain lebih enak karena tidak ada yang lalu lalang, biasanya kalau pagi bocah sudah bangun dan maunya langsung main di lantai dan khawatir malah kepleset.

3. Cuci piring sekaligus

Maksudnya sekaligus banyak, supaya waktu dan air juga tidak terbuang terlalu banyak. Jadi sejak awal piring dan sendok kotor dipisahkan lalu dicuci setelah semua selesai masak dan makan.

4. Menyetrika baju dengan trik

Karena saya punya bocah yang masih usia batita, jadi saya tidak bisa membiarkan ia bermain tanpa pengawasan. Jadi cara yang saya gunakan adalah, dia bermain tidak jauh dari tempat saya menyetrika. Saya menyetrika juga tidak bisa berlama-lama dan harus cepat, jadi yang saya lakukan adalah saya menyetrika tanpa melipat bajunya dan sesuai dengan prioritas. Baju-baju rumah yang sudah disetrika cukup dihamparkan atau digantung (untuk dress, kemeja, celana). Tapi tetap yang prioritas adalah baju untuk keperluan diluar rumah seperti ke kantor, ke gereja, jalan dll. Lalu kapan melipatnya? nanti saat bisa duduk untuk nemenin bocah nonton hehehe. Ternyata dengan cara ini jumlah baju yang bisa saya setrika jauh lebih banyak dan lebih cepat tentunya.

5. Mencuci baju pagi-pagi atau malam hari

Nah ini bisa memilih. Untuk baju yang dicuci dengan mesin, saya cuci di pagi hari setelah bangun atau malam hari sebelum tidur. Tinggal dinyalakan lalu ditinggal tidur. Tapi untuk baju yang harus dicuci dengan tangan, saya akan cuci di malam hari lalu lanjut membilasnya di pagi hari saja dan langsung dijemur. Kalau cuci nya juga di pagi hari, kayaknya bisa batal berangkat kerja karena masih harus membilas beberapa kali kan hehehe.

6. Makan bersama bocah

Saat bocah makan, saya juga makan. Jadi menghemat cukup banyak waktu daripada hanya memberi dia makan dan sayanya makan belakangan. Setelah makan biasanya langsung saya mandikan atau kebalikannya, mandi dulu lalu makan.

7. Mandi kilat, dandan dikantor

Entahlah apa ini juga bisa ditiru hahaha. Tapi setelah punya anak sepertinya memang saya tidak pernah bisa berlama-lama di kamar mandi kecuali untuk membersihkan kamar mandi hahahaha. Jadi memang mandi harus dengan cepat, berpakaian dan untuk dandan full-nya saya lakukan dikantor saja (pakai alis, lipstik, bedakan). Jadi dari rumah hanya dandan ringan saja (serum, pelembab, nyisir) supaya waktunya tidak habis dirumah dan gak telat-telat banget nyampe kantor.

 

Yahh kurang lebih begitulah cara-cara yang sejauh ini saya lakukan, dengan cara-cara sederhana itu saat saya berangkat kerja bocah sudah bisa saya titipkan ke emak dalam keadaan sudah mandi dan makan pagi. Yap, saya yang mandikan dan berikan makan tapi bukan saya yang masak hihihi. Saya sangat beruntung karena tidak harus pusing ngurusin masak-masak atau yang berkaitan dengan makanan karena emak saya yang handle. Kalau saya harus mengurus makanan juga kayaknya saya bangun jam 3 pagi juga gak akan selesai-selesai urusannya lol.

Puji Tuhan kalau setiap anggota keluarga bisa saling bantu dan mengambil bagian untuk kerjaan rumah, rasanya berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Tapi toh kita tidak bisa memaksa seisi rumah untuk ikut partisipasikan? daripada pusing, kerjakan saja yang bisa dikerjakan 🙂

Ada tips lainnya?

 

 

 

Iklan