Tag

,

Ahhh, setengah tahun tidak bercerita disini karena berbagai kesibukan, mohon dimaafkan yaaa. Untuk mulai bayar hutang, kali ini saya mau cerita tentang rumah.

Setelah berumahtangga selama 4tahun (baruuuu 4tahun :D), merasakan hidup ngontrak dari rumah ke rumah dengan biaya kontrakan yang tidaklah murah dan pindahannya juga tidak mudah bahkan paling bikin stres di saya.. kami memutuskan untuk segera memiliki rumah (yaaay!!). Well, sebenarnya rencana untuk punya rumah ini sudah lamaaaaa sekali ada, tapi apa daya, uang angpau habis nikah gak balik modal (yaiyalah mana ada orang nikah balik modal haha), sementara biaya hidup terus meningkat dan tidak sepadan dengan kenaikan gaji sebagai karyawan :p

So far, rumah yang kami tempati saat ini adalah rumah ke dua yang kami sewa/ kontrak  setelah kami menikah dan sebenarnya saya pribadi cukup senang tinggal di daerah ini karena tidak terpencil. Maksudnya, mudah dijangkau dan akses masuk ke komplek rumah juga mudah. Tidak seperti rumah pertama yang kami tempati, yang karena itu adalah komplek perumahan yang cukup luas, sehingga untuk masuk ke dalam harus jalan kaki atau naik kendaraan pribadi. Gak ada angkot ke dalam hehehe.

Namun setelah 4tahun, rasanya sudah cukuplah ngebayar-bayar kontrakan terus dan saatnya nekat untuk cari rumah. Iya, banyak banget yang kasih nasehat bahwa untuk punya rumah itu harus nekat. Sebenarnya, saya gak bisa nih yang nekat-nekat-an begitu. Saya lebih suka dengan segala sesuatu yang terencana, maka seringnya kalau mau beli sesuatu maju mundur terus dan gak jadi-jadi hahaha.

Beruntung, mr. suami malah kebalikannya. Super nekat dan santai. Typicall sanguin banget kaaaan. Dan jadilah dia juga yang semangat keliling kesana kemari nyari lokasi dan berkali-kali nyodorin proposal ke saya yang akhirnya saya nyinyirin karena menurut saya gak OK lah, kemahalan lah, dsb.

Eh, tapi ada satu proposal yang bikin saya agak tertarik dan akhirnya saya putuskan untuk melihat lokasinya secara langsung. Long story short, beberapa bulan ini kami disibukkan dengan pengurusan dokumen bolak balik dengan pihak Bank maupun Developer dan puji Tuhan bertepatan dengan ultah mr. suami tgl 10 Nopember bulan lalu, akhirnya akad dilangsungkan dengan hikmat dan lancar (nyaris kayak akad nikah hehe). Yes…sah!! sah!!!

Saat ini proses pembangunannya sudah berlangsung, diperkirakan akan memakan waktu kurleb 6-8 bulan. Lama ya? well, ada baiknya juga supaya tidak terburu-buru dan hasilnya malah mengecewakan, apalagi sekarang lagi musim hujan kan? kebayang kalau dikerjakan dengan terburu-buru dan akhirnya kami juga yang menyesal.

Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami saat ini, jadi suami atau kami masih bisa memantau dengan mampir sesekali. Nah, waktu beberapa minggu lalu kami mampir sore hari dan rasanya terharu karena lihat tanah yang sudah mulai fondasinya bahkan batu-batu bata sudah mulai berjejer untuk nanti pembuatan temboknya.

Pembangunan awal

Beberapa hari setelah fondasi di gali

tembok 2

Akhir bulan lalu waktu kami mengunjungi lokasi, temboknya sudah mulai dibangun 🙂

tembok 1

“ohh, ini rumahnya?” hehehe bocah bingung rumahnya belum berbentuk.

Oh iya, sebelum proses penggalian fondasi dilakukan kami memutuskan untuk melakukan penyemprotan anti rayap dulu. Bukan apa-apa, saya tidak mau ada penyesalan di kemudian hari karena serbuan si rayap. Yaaa walaupun rumah yang dibangun ini tidak akan menggunakan kayu untuk kusen-kusennya tapi rasanya lebih aman dan nyaman kalau sudah dilakukan pencegahan dari awalnya. Dan setelah baca sana-sini dan review ke beberapa vendor, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa dari Fumida.

Karena treatment yang dilakukan adalah sebelum pembangunan, jadi biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah daripada ketika rumah sudah dibangun dan ada serbuan rayap. Untuk luas bangunan rumah kami tsb biaya yang dikeluarkan adalah Rp 5juta dengan garansi 5thn dan akan ada 2x treatment. Yang pertama, saat fondasi sudah digali dan yang kedua, saat akan pemasangan lantai.

Ini mungkin bukan rumah impian kami, tapi sesungguhnya, ini rumah berkat dari Tuhan. Saya yang Melankolis ini gak pernah menyangka Tuhan akan ijinkan kami punya rumah juga akhirnya dan secepat ini, ya walaupun dengan cicilan tapi Puji Tuhan tidak menyusahkan orang tua dan keluarga. Sebelum kami meninggalkan lokasi, kami sempatkan untuk berdoa supaya Tuhan memberkati para tukang yang mengerjakan dan semuanya berjalan dengan lancar sehingga rumah ini menjadi berkat dan tahun depan kamipun bisa segera menempatinya.

tembok

Bantu doanya yaaa, supaya rumahnya selesai tepat waktu dan diberkati Tuhan. Aminnn.