Masuk angin (enter the wind) kah?

Tag

,

Sebenarnya kejadiannya sudah beberapa minggu lalu, tapi belum basi-basi amat lah ya kalau saya ceritanya sekarang, kan masih bulan Maret juga hehe.

Waktu itu hari Jumat, saya ingat saya telat makan siang karena rencananya waktu jam makan siang mau besuk teman yang baru melahirkan tapi pakai acara beli kado dulu di ITC dan gak sempet makan. Kita langsung cuss ke RS Bunda, dengan rencana paling sebentar aja kok besuknya. Ealaaaah, malah lumayan lama dong besuknya pas selesai udah jam 2 siang aja, perut masih kosong dan lapar sangat.

Akhirnya saya dan teman berencana makan di Epicentrum sebelum kembali ke kantor. Nyampe Epicentrum langsung menuju ke Restauran Mama Malaka, dan fyi, endes lah semua yang kami pesan waktu itu. Ada tahu sutranya yang dicampur teri, sayur kacang panjang, ikan gurame asem manis dan semua ludes di mulut kami berdua hahahay. Eh, apa karena kami sedang kelaparan ya makanya jadi endes?? gak ah, karena temen saya memang sering makan disitu dan bilang enak 🙂

003X317BB5846DFC41028Csx

Source: internet. Tahu apa ya namanya..enak lah pokoke

Setelah makan itu, semua masih aman-aman aja, sampai waktu pulang kerumah dan sekitar jam 10 malam mulai deh saya ngerasa something’s wrong. Perut kok kayaknya keram dan penuh sama angin, tapi udah pake minyak kayu putih, ac di kecilin tetep aja perut gak enak malah semakin malam eh jadi demam dan mau jalan aja jadi sakit banget. Rasanya perut bagian bawah tuh sakiiiiit banget ampe mau BAK aja kesakitan.

Duh, saya udah worried, jangan2 ISK. Perasaan rajin minum air putih dan gak pake acara nahan-nahan tapi kok bisa?! Jangan2 usus buntu, tapi kalau ditekuk gak sakit tuh.

Wes, berharap paginya akan bangun dengan kondisi yang lebih baik, ternyataaaaa sama ajah malah demamnya manteng, turun sebentar kalau habis minum Paracetamol tapi setelahnya akan naik lagi.

Okeh.. fixed gak jadi ke gereja dan gak jadi nyanyi :p (jadwal spesial number soalnya). Siangan pas bangun tidur, mr suami langsung ngajakin untuk kontrol ke RS. Doi khawatir ini bukan sekedar masuk angin seperti yang disangka an. Karena kok luar biasa banget sakitnya dan penampakannya, ampe bikin demam segala.

And so, we decided to go to the hospital to do some checking. Larinya ke UGD dong supaya bisa langsung diperiksa. Dari UGD saya disuruh USG untuk dilihat apakah dugaan ISK atau usus buntu itu benar. Selesai USG, ternyata hasilnya menyenangkan..bersih semua, ya kantung kemih ya usus buntu. Malahan dokternya sempet bolak balik ngecek untuk mastiin karena memang bersih tidak ada apa-apa di kantung kemih dan usus buntunya. Tapiiiii di akhir-akhir beliau bilang kalau curiga ada sedikit infeksi di rahim karena ada cairan disitu so di rekomendasikan untuk CT SCAN.

Bah!! kok jadi mulai horor yaaaa..Nah waktu balik lagi ke UGD, dokternya bilang konsul aja dulu ke Obgyn, karena berkaitan dengan rahim. Tapi, saya yakin betul kalau ini bukan seperti yang disangkakan. Kenapa? karena sepertinya dokter Radiologinya yang gak teliti atau dokter UGDnya, tapi saya sudah bilang kalau saya sedang haid hari ke 3. Jadi sepertinya cairan yang dimaksud kelihatan saat USG itu adalah haid deh. But well, karena memang rasa perut masih seperti keram, jadi saya diberikan suntikan untuk menyamankan rasa sakit tsb dan bener, gak lama habis itu saya ngerasa enakan dan minta pulang aja, padahal tadinya mau langsung ketemu Obgyn untuk konsul lebih lanjut.

Nyampe dirumah, masih penasaran dong dengan cairan yang disangkakan infeksi di rahim, jadi google lah saya dan mendapatkan pencerahan bahwa memang itu bisa jadi karena haid 🙂 Legaaa rasanya. Mudah-mudahan tidak ada yang mencurigakan dan baik-baik saja. Per hari ini sih rasanya sudah sehat banget kok, gak ada keluhan yang gimana-gimana lagi.

Dan perasaan saya yang terdalam mengatakan, itu hanya masuk angin yang susah keluarnya karena sudah telat makan tapi setelah itu makannya nggragas di Mama Malaka :p. Pelajaran juga nih buat saya. Makan gak boleh telat, dan gak boleh yang enak-enak hehehehehe. Dan harus banyak diskusi, tanya sana sini kalau disuruh ambil tindakan macam-macam oleh dokter, soalnya untuk USG aja biayanya sudah lumayan di RS bertaraf Internasional seperti yang saya kunjungi tsb, apalagi untuk CT SCAN ya hmm… dan kok bisa mereka tidak mengkaitkan dugaan diagnosanya dengan pernyataan saya bahwa sedang haid. Malah di hasil USGnya ada tulisan dugaan penyakit….(menyeramkan lah pokoknya) yang menurut saya terlalu dini untuk menduga hal tsb, apalagi mengabaikan pernyataan saya tentang kondisi saya yang sedang haid saat itu.

Puji Tuhan seiring angin mulai keluar sedikit-sedikit, perut setelah hari itu sudah semakin nyaman dan biasa saja.

Babay angin-angin..no more telat makan yes 🙂

Review: Suplemen Antioksidan LifePak

Tag

, , ,

Hellooo..mau nge-review lagi nih.

Kali ini bukan tentang skincare tapi tentang suplemen. Ini akan jadi postingan pertama saya yang nge-review tentang suplemen nih hehehe, mudah-mudahan membantu yang membutuhkan.

Dulu, saya tidak pernah merasa bahwa suplemen itu penting untuk tubuh. Kayaknya cukup makan makanan yang sehat aja seperti buah-buahan dan sayuran, cukup. Apalagi waktu dulu saya sempat tidak makan daging untuk beberapa tahun. Bukan vegetarian sih tapi fishyterian hahaha soalnya masih makan ikan.

Tapi semakin bertambahnya umur, luasnya pergaulan (bukan salah pergaulan yaaa), saya melihat banyak yang mengkonsumsi suplemen untuk membantu kesehatan mereka. Saya jadi bertanya-tanya, penting banget gitu suplemen? kenapa rupanya kalau gak pake tambahan suplemen? Tapi akhirnya jadi ikutan juga konsumsi suplemen tertentu apalagi kalau udah rasa capek banget dan rada-rada mau flu gitu, ya minum suplemen vit C sih kebanyakan.

Nah sekarang setelah terjun di dunia kesehatan terutama melalui bisnis yang saya jalani ini, saya jadi mengerti dan mulai paham kenapa kita perlu suplemen dan tambahan vitamin. Memangnya gak cukup ya vitamin dan mineral dari sayuran serta buah-buahan yang kita makan?

Sayangnya, tidak cukup.

Eh? beneran?

Ya iyalah beneran. Puluhan tahun lalu, waktu lingkungan kita masih sangat-sangat jauh lebih baik dari sekarang ini, dan polusinya belum separah sekarang ini, iyesss.. buah-buahan, sayuran dan tumbuhan lain yang kita konsumsi sangat tinggi vitamin dan mineralnya. Tapi, tau kan apa yang terjadi sekarang? polusinya gila-gilaan, bahan kimia yang mencemari tumbuhan juga warbiyasaaak, radikal bebas sebebas-bebasnya ada dimana aja. Kalau dicek, kandungan 1kg bayam jaman dulu sama 1kg bayam jaman sekarang ini beda banget vitaminnya dan sangat-sangat jauh berkurang. Apalagi udah sering banget masuk di pemberitaan, ada yang makein borax lah ke makanan, lilinlah ke buah dsb.

Jadi, suplemen bukan pilihan. It’s a must! Masalahnya, suplemen apa yang harus kita konsumsi untuk memenuhi kebutuhan dasar tubuh kita (vitamin & mineral). Oh iya, ada research juga yang mengatakan bahwa sesungguhnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dasar manusia maka dibutuhkan atleast 2 keranjang buah dan sayuran (oh em jeh). Kan, yang bener aja ya kita bisa makan segitu banyak 😦 ada juga sumber yang mengatakan bahwa untuk buah & sayur diperlukan 5 – 9 porsi sehari. 1 porsi sayur itu = semangkuk (bukan mangkuk kobokan di rumah makan padang loh yaaaa yang seiprit itu dan bukan isinya kuah loh ya hahaha)

Saya beruntung gak harus ngunyah sebanyak itu setiap hari (ya kalee mau ngunyah 2 keranjang haha), karena semuanya disederhanakan dalam 1 pack suplemen yang namanya Lifepak. 1 pack nya terdiri dari 4 tablet (vitamin, mineral & mikronutrient).

photo_2017-03-14_11-16-28

Suplemen favorit saya 🙂

photo_2017-03-14_11-30-48

vitamin, mineral, mikronutrient..lengkap..kap..

Dulu, sebelum saya memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen ini i did a little research. Baca sana sini, cek sana sini, nanya sana sini. Dan pada akhirnya saya putuskan OK saya akan konsumsi and let’s see what will happen to my body.

Gak perlu lama-lama juga ternyata ngebuktiinnya, karena saya yang dulunya untuk urusan BAB bisa 3hari sekali bahkan lebih (yeahh..parah yak nyimpennya lama amat wkwkwk), menjadi teratur 1-2 hari sekali.

Saya si penerima virus yang sangat baik terutama virus flu batuk, per hari ini sangattttt jarang dong kena flu batuk lagi. Dulu kalau temen kantor ada yang flu, jarak 10 meter dia bersin, besoknya pasti saya flu 😦

Saya yang gampang banget drop kecapean, per hari ini lumayan tahan loh tanpa tepar-tepar kayak dulu gitu hehehe, kan antioksidan di tubuh udah naik yak.

Dan yang tidak saya sangka, ternyata kalau nilai antioksidan kita meningkat efeknya adalah ke kulit kita juga ya. Menurut teman saya, kulit saya lebih halus dan bersih sekarang. Saya juga baru ngeh waktu dia bilang gitu.

Tapi pantes lah ya, wong suplemen Lifepak ini kan isinya lebih dari 40 antioksidan, bener-bener komplit semua nutrisi untuk ketahanan tubuh tuh ada di suplemen ini, makanya Lifepak sering disebut sebagai suplemen nutrisi dasar manusia. And another good news is, Lester Pecker, Father of Antioxidant is behind this wonderful supplement and he’s the member of Nuskin Pharmanex Advisory Board. Nah, gimana saya gak makin cinta kaaaaan 🙂

Kalau suplemen favoritmu apa?

ps: review ini berdasarkan pemakaian pribadi.

Bagaimana 2017 tanpa si Mba aka asisten rumah tangga?

Tag

, ,

Horas 2017!!

Walaupun sudah tanggal 9, tapi belum basi lah ya kalau saya mengucapkan Selamat Tahun Baru. Semoga Tahun ini semakin banyak lagi berkat yang bisa kita rasakan dan semakin banyak kita bisa berdampak positif untuk orang lain. Aminnn.

Bagaimana liburan Tahun Barunya? aman? tenang? ya walaupun di penghujung tahun 2016 sempet dag dig dug karena berita kejahatan dan teror dimana-mana, tapi mudah-mudahan liburan Tahun Barunya tetap menyenangkan ya.

Saya dan keluarga gimana? puji Tuhan selama seminggu cuti, hanya dirumah saja dan jadi mba hahahay. Hal ini tak lain dan tak bukan akibat penipuan yang dilakukan mba kami. Janjinya hanya 3 hari di kampung, lalu ditunggu-tunggu dan di hubungi tidak ada berita. Setelah beberapa hari akhirnya memberitahukan bahwa mau di kampung saja dulu, kakaknya mau nikah de el el, de el el. Padahal sepertinya memang dia sudah berniat gak balik lagi. Buktinya apa? semua bajunya diangkut, sampe sandal jepitnya juga…hmm.

Sebetulnya saya cukup kecewa, karena si mba ini sudah cukup lama kerja dengan kami bahkan setelah tahun baru sebenarnya sudah rencana mau dinaikkan gajinya, tapi yah sudahlah ya, walaupun sebel, kesel tapi tetep harus semangat apalagi tahun baru nih kan ya gak?!

Trus, gimana dong sekarang kalau gak ada mba? gimana kerjaan rumah dll nya? Belajar dari kurang lebih seminggu tanpa mba, ada beberapa cara yang saya coba lakukan bekerjasama dengan emak. Mudah-mudahan bisa jadi inspirasi buat yang kena tipu sama mba nya seperti saya :p

1. Bangun lebih pagi

Terus terang, ini adalah ujian yang sangat besar. Saya tidak terlalu terbiasa bangun sebelum jam 5.30 malah lebih seringnya bocah yang duluan bangun sekitar jam 6 baru sayanya bangun (jangan ditiru ya). Kalau dulu excuse-nya adalah, karena saya biasanya sampai dirumah sudah cukup malam, diatas jam 9 malam dan perjalanan selalu dengan motor alias gojek untuk mempercepat waktu dari satu tempat ke tempat yang lainnya, jadi badan serasa rontok banget dan untuk bangun pagi itu rasanya beraaat banget. Setelah gak ada mba, gak ada excuse. Harus duluan bangun sebelum bocah, soalnya kalau bocah udah bangun pasti terbatas ruang gerak saya.

2. Nyapu & Ngepel di malam hari

Nah, untuk menghemat hal-hal yang perlu dikerjakan di pagi hari, maka untuk nyapu dan ngepel saya lakukan di malam hari. Tepatnya setelah bocah-bocah pada tidur. Selain lebih enak karena tidak ada yang lalu lalang, biasanya kalau pagi bocah sudah bangun dan maunya langsung main di lantai dan khawatir malah kepleset.

3. Cuci piring sekaligus

Maksudnya sekaligus banyak, supaya waktu dan air juga tidak terbuang terlalu banyak. Jadi sejak awal piring dan sendok kotor dipisahkan lalu dicuci setelah semua selesai masak dan makan.

4. Menyetrika baju dengan trik

Karena saya punya bocah yang masih usia batita, jadi saya tidak bisa membiarkan ia bermain tanpa pengawasan. Jadi cara yang saya gunakan adalah, dia bermain tidak jauh dari tempat saya menyetrika. Saya menyetrika juga tidak bisa berlama-lama dan harus cepat, jadi yang saya lakukan adalah saya menyetrika tanpa melipat bajunya dan sesuai dengan prioritas. Baju-baju rumah yang sudah disetrika cukup dihamparkan atau digantung (untuk dress, kemeja, celana). Tapi tetap yang prioritas adalah baju untuk keperluan diluar rumah seperti ke kantor, ke gereja, jalan dll. Lalu kapan melipatnya? nanti saat bisa duduk untuk nemenin bocah nonton hehehe. Ternyata dengan cara ini jumlah baju yang bisa saya setrika jauh lebih banyak dan lebih cepat tentunya.

5. Mencuci baju pagi-pagi atau malam hari

Nah ini bisa memilih. Untuk baju yang dicuci dengan mesin, saya cuci di pagi hari setelah bangun atau malam hari sebelum tidur. Tinggal dinyalakan lalu ditinggal tidur. Tapi untuk baju yang harus dicuci dengan tangan, saya akan cuci di malam hari lalu lanjut membilasnya di pagi hari saja dan langsung dijemur. Kalau cuci nya juga di pagi hari, kayaknya bisa batal berangkat kerja karena masih harus membilas beberapa kali kan hehehe.

6. Makan bersama bocah

Saat bocah makan, saya juga makan. Jadi menghemat cukup banyak waktu daripada hanya memberi dia makan dan sayanya makan belakangan. Setelah makan biasanya langsung saya mandikan atau kebalikannya, mandi dulu lalu makan.

7. Mandi kilat, dandan dikantor

Entahlah apa ini juga bisa ditiru hahaha. Tapi setelah punya anak sepertinya memang saya tidak pernah bisa berlama-lama di kamar mandi kecuali untuk membersihkan kamar mandi hahahaha. Jadi memang mandi harus dengan cepat, berpakaian dan untuk dandan full-nya saya lakukan dikantor saja (pakai alis, lipstik, bedakan). Jadi dari rumah hanya dandan ringan saja (serum, pelembab, nyisir) supaya waktunya tidak habis dirumah dan gak telat-telat banget nyampe kantor.

 

Yahh kurang lebih begitulah cara-cara yang sejauh ini saya lakukan, dengan cara-cara sederhana itu saat saya berangkat kerja bocah sudah bisa saya titipkan ke emak dalam keadaan sudah mandi dan makan pagi. Yap, saya yang mandikan dan berikan makan tapi bukan saya yang masak hihihi. Saya sangat beruntung karena tidak harus pusing ngurusin masak-masak atau yang berkaitan dengan makanan karena emak saya yang handle. Kalau saya harus mengurus makanan juga kayaknya saya bangun jam 3 pagi juga gak akan selesai-selesai urusannya lol.

Puji Tuhan kalau setiap anggota keluarga bisa saling bantu dan mengambil bagian untuk kerjaan rumah, rasanya berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Tapi toh kita tidak bisa memaksa seisi rumah untuk ikut partisipasikan? daripada pusing, kerjakan saja yang bisa dikerjakan 🙂

Ada tips lainnya?

 

 

 

Saya Latah :D

Tag

, ,

Natal baru saja kita lewati and the New Year is approaching!!! udah excited mau libur walaupun hanya dirumah saja eh tapi hari ini masih harus masuk kerja dong, jadi mari sekalian kita posting draft ini sebelum jadi usang yaaa hahaha.

Disekitar kita pasti pernah ada orang yang latah. Yang paling sering kita temui adalah orang-orang yang latah mengikuti apa yang kita ucapkan dan biasanya orang-orang latah tersebut pasti menjadi sasaran bully. Kenapa? karena untuk sebagian orang rasanya lucu aja ada orang yang terus menerus mengucapkan kata-kata berulang-ulang setiap kali kita tepuk atau kita buat kaget. Lucu melihat ekspresinya dan lucu melihat tingkahnya.

Tapi jujur, buat saya menyaksikan hal tsb tidak menyenangkan karena lebih ke menyiksa orang tsb. Yang latah pasti tersiksa harus bertingkah seperti itu terus walaupun ada juga yang sepertinya malah senang dibuat kaget dan latah ya hahahaha. Eh tapi ada satu latah yang saya suka deng hehehe.

Ngeliat orang cantik, muka seger, pakai make-up yang gak norak itu bikin saya latah loh dan menular ke saya. Menularnya, bisa bikin saya segera pengen ngerogoh tas dan ambil my beauty case untuk molesin lipstik atau bedakan atau merhatiin lagi apa alis saya udah bener hahahaha. Nah kalau latah yang satu ini rasanya gak bikin capek menurut saya, malah buat saya pribadi jadi memotivasi untuk selalu berpenampilan terbaik dan enak dilihat orang, gak kucel and the kumel.

Untuk tampil rapih gak perlu penampilan seperti mau ke acara kondangan toh? cukup simple dan sederhana dan enak diliat orang. Buat saya sendiri, lipstik, bedak, dan pensil alis adalah senjata saya. Rasanya gak pede banget kalau tidak membawa benda-benda tsb. Jenis kulit saya kombinasi berminyak jadi kalau gak pake bedak berasa abis pake masker minyak goreng hahahaha, dan alis saya tipis banget sehingga sangat perlu bantuan si pensil alis 😀

photo_2016-12-23_15-16-27

Harus, kudu dibawa 😀

 

Diatas adalah beberapa benda yang selalu saya bawa. Untuk bedak saya pakai dari NuColor -nya Nuskin dan 2 lipstik diatas itu juga dari Nuskin, yang satu warna Sunset (warna bibir) dan satu lagi yang Flushed (agak pink tapi gak pink banget)..saya pernah review tentang lipstiknya disini. Pensil alis saya hanya percaya dengan Viva coklat, pernah beli yang 3D Brows Secret waktu di Bangkok tapi kurang puas dengan hasilnya. Beli warna coklat tapi waktu dipakai kok jadi cenderung hitam hahaha. Daaan tentu saja, sikat dan kuas untuk menyempurnakan alis hihi.

Sebenarnya isi beauty case saya ada lagi yang lain, ada eyeliner, ada beberapa lipstik lain, ada pingset, guntung kuku, serutan pensil alis :p, tapi suwer…hidup nelangsa banget kalau saya gak bawa benda-benda yang difoto atas itu. Yang lain boleh ditinggalin, tapi yang diatas wajib hukumnya.

Begitulah, saya latah kalau liat ada wanita bisa tetep fresh wajahnya seharian dan selalu tampil menarik, langsung latah deh pengen bedakan hahaha

photo_2016-12-23_15-44-35

Beauty case yang selalu menemani di tas & meja kerja :*

Ngomongin beauty case, kemarin baru ambil oleh-oleh yang dikirimin eda-eda saya di sebrang sana dan dapet beauty case lengkap dengan isinya yang mmm..saya belum tau cara pakainya selain si lipstik matte itu hahahaha. Tapi setidaknya dapet mainan baru untuk ngelukis wajah..alhamdulilah 🙂

 

Boy & Girl

Tag

,

Bulan ini my happy feet berusia 2.5tahun.

Saya tidak akan bilang “gak kerasa yaaaa”, nope.. karena sejujurnya ya kerasalah apalagi sama opungnya yang tiap hari ngejagain hehehe. But I’d say “how time flies..” 😀

photo_2016-11-28_15-13-55

hiiiiiiiii

Sekarang si bocah gak bisa di rem ngocehnya, kadang kita bisa mengerti dia sedang mengoceh tentang apa tapi kadang dia seperti mengoceh tentang hal yang dia sendiri gak paham apaan hahahaha, hal itu biasa. Karena memang untuk anak-anak seusianya, ini adalah golden age, usia emas dimana mereka akan mengeksplor apa saja yang mereka belum ketahui sebelumnya, termasuk kata-kata. Kalau diusia awal, dia meniru tapi belum jelas bicaranya, sekarang sudah mulai jelas.

Saya juga pernah membaca tulisan tentang parenting, bahwa diusia seperti sekarang ini, mereka sebaiknya diajarkan tentang perbedaan pria dan wanita, barang-barang yang dipakai pria atau wanita, mengenal nama orang tua dsb.

Mommy girl, opung tik (emak saya) girl, daddy boy, luke boy, opung doli (bapak saya) boy. Si bocah juga sudah tau kalau beauty case itu punya mommy karena “mommy girl, luke boy“. Begitulah setiap dia ditegur kalau sedang mau merebut beauty case saya hehehe. Kalau sedang siap-siap untuk bepergian dan saya dandan, saya juga pasti menjelaskan bahwa mommy dandan karena mommy girl, luke sama daddy boy jadi gak bedakan :p

Si bocah juga dapat menyebut alat kelaminnya dengan benar, bukan dengan sebutan burung perkutut atau pesawat atau apalah apalah seperti yang biasa diajarkan oleh orang duluuuuuu.

Untuk hal-hal yang diajarkan diatas mr suami ngangguk-ngangguk, tapi begitu saya mengajarkan nama mommy dan daddynya, eh mr suami geleng-geleng sambil nutup muka. Maklum untuk beberapa suku, terutama suku batak, adalah hal tabu untuk menyebutkan nama orang tuanya. Tapi kalau melihat kegunaan dan kepentingannya, justru akan lebih banyak hal positif yang didapat daripada hal negatifnya.

Diantaranya, bila terjadi sesuatu seperti hilang di mall atau ditengah keramaian lainnya, si anak akan dengan jelas menyebutkan siapa namanya dan nama ayah ibunya sehingga memudahkan pihak manapun untuk membantunya. Tapi, jangan sampailah ya, anak kita hilang *getok meja*

Jadi Luke, nama mommy siapa? “mommy iva, daddy uwad”. Kadang-kadang bisa pindah nama “daddy iva, mommy (tetep) iva” yaaaak gapapa ya, namanya juga masih belajar :).

Kalau Luke? Luke Otin Amos Ambunan hehehehehehe..huruf pada ilang tapi gapapa nak, nanti semakin besar semakin pinter :*

photo_2016-11-28_15-14-07

monyong berjamaah :*